Hilang


Tajuk seperti bintang menghiasi malam
Dalam semakin kurasakan dinginnya malam
Petang kurasa penuh perbedaan antara malam
Mengalir deras kedalam sukma dinginnya malam
Mengapa begitu cepat malam hilang
Padahal aku belum usai menyampaikan kata bermakna
Wahai sang pujangga
Aku menorehkan tulisan didalam hati seseorang
Tapi dia pun hilang bersama malam
Yang kurasakan hanyalah kebimbangan
Tahta maupun hartaku tak dapat menjawabnya
Dalam jiwa aku tiada berkata
Sedikit aku menciut dari perasaan yang mungkin kali ini bermakna
Suatu hari aku merasa ada yang merubah keadaan
Siapa dia?
Manusia yang tak bertahta itu merebut dalam kekuasaan
Mulai terasakan olehku hati kian membeku
Sungguh besar harapan yang ada
Kian membara disaat menanda
Dalamnya makna itu mulai aku bertanya
Aku cinta dia?
Yah aku menjawabnya
Dimana iya berada ingin kutemukan
Wah sungguh pengorbanan yang luar biasa
Bagaimana mendapatkannya
Aku selalu terbuka
Aku selalu jujur
Aku selalu menginginkan yang terbaik
Aku ingin selalu bersamanya
Aku ingin Tuhan bersama kami
Semua ini bermakna ketika kita dalam hati yang sama
Dunia ini ohh....
Sungguh malang, ketika sang manusia mulai berani membohongi perasaan
Perasaan itu dalam begitu kurasakan
Semoga engkau mengerti dalam torehan ini
Tak beraturan ini karena adalah hatiku
Malam mulai menua
Senja sore tadi menghilangkan bekas sahaja
Dirimu tau akan makna perkataanku
Aku ingin kau jujur padaku.
Tentang perasaanmu
Tapi kutak ingin dibelakangku
Yang kumau didepanku
Selamat malam
Semoga mimpi indah

http://denyupi.tk/

Malam yang dingin


Malam yang hening sunyi kian menerpa kegelapan
Yang sebentar lagi redup dalam keheningan
sejenak menganggap dunia hilang bersamaan
bersama pesona titik hujan
cantikku
tidurlah dipelukkan sang pelita malam
mimpikan sebuah gurauan malam
agar tidurmu selalu membawa dalam sebuah harapan
yang tak tersia-siakan
doaku kian menyertakan
semoga kau mendapatkan yang diinginkan
cantikku
hari sudah malam
marilah larutkan yang kini masih terjaga
biarlah ia tenggelam bersama dirinya
tunggulah hari esok yang akan menjemputmu dengan senyumnya
awali dan akhri malam ini dengan kisah bahagiamu
pejamkan matamu dan ucapkan bismillah



http://denyupi.tk

Senja menyapa

Dalam senja menyapa
Kusapa ia dalam manguannya
Terdiam dalam dan terlihat pucat karena senja menyapa

Begitu bertemu antara dua senja itu
Mereka berbincang dalam satu alas karpet beludru
Tak pernah bertemu sampai kini kian waktu
Dan diwaktu senja itu tiada bercumbu
Kuingin bahagia dalam hidup penuh bayanganmu
Mengertilah dalam perasaanku
Bahwa ku tak sanggup melihat tangisanmu
Sungguh kecewa nanti dirimu padaku
Setelah tau aku akan meninggalkanmu

Padalah ingin kuungkap
Bahwa suatu hari nanti dirinya akan kudekap
Erat hingga dirimu terlelap

Bahkan sampai benar-benar tidak terasa
Merasa berdosa jika kudengannya
Karena aku mengerti akan adanya dosa
Hingga kini tak dapat ku tau
Seberapa dalam dosaku

Waktu itu
Dalam baitmu
Berkata bahwa dirimu
Tak lagi ingin bertemu
Setelah tau semua itu

Akhirnya dalam waktu sekejap saja
Ingin bertemu lagi dan lagi

Dirimu bagaikan simpanan
Didalam manisnya peraduan
Yang hanya menderita dalam angan
Senja menjadi saksi dalam sebuah pertemuan
Berjuta kenangan sedikit harapan
Mungkin tak akan terealisasikan

Yah begitulah konon cerita muda mudi
Tiada hadir seorangpun didalam sana
Disaat senja menyapa

Adinda ....
Kenanglah pertemuan diwaktu senja sebagai awal perjumpaan kita
Walaupun beberapa saat menantikan tapi daku kunjung tiba
Adinda ...
Mohon doamu
Hingga suatu saat kita bertemu


http://denyupi.tk
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com