Tajuk seperti bintang menghiasi malam
Dalam semakin kurasakan dinginnya malam
Petang kurasa penuh perbedaan antara malam
Mengalir deras kedalam sukma dinginnya malam
Mengapa begitu cepat malam hilang
Padahal aku belum usai menyampaikan kata bermakna
Wahai sang pujangga
Aku menorehkan tulisan didalam hati seseorang
Tapi dia pun hilang bersama malam
Yang kurasakan hanyalah kebimbangan
Tahta maupun hartaku tak dapat menjawabnya
Dalam jiwa aku tiada berkata
Sedikit aku menciut dari perasaan yang mungkin kali ini bermakna
Suatu hari aku merasa ada yang merubah keadaan
Siapa dia?
Manusia yang tak bertahta itu merebut dalam kekuasaan
Mulai terasakan olehku hati kian membeku
Sungguh besar harapan yang ada
Kian membara disaat menanda
Dalamnya makna itu mulai aku bertanya
Aku cinta dia?
Yah aku menjawabnya
Dimana iya berada ingin kutemukan
Wah sungguh pengorbanan yang luar biasa
Bagaimana mendapatkannya
Aku selalu terbuka
Aku selalu jujur
Aku selalu menginginkan yang terbaik
Aku ingin selalu bersamanya
Aku ingin Tuhan bersama kami
Semua ini bermakna ketika kita dalam hati yang sama
Dunia ini ohh....
Sungguh malang, ketika sang manusia mulai berani membohongi
perasaan
Perasaan itu dalam begitu kurasakan
Semoga engkau mengerti dalam torehan ini
Tak beraturan ini karena adalah hatiku
Malam mulai menua
Senja sore tadi menghilangkan bekas sahaja
Dirimu tau akan makna perkataanku
Aku ingin kau jujur padaku.
Tentang perasaanmu
Tapi kutak ingin dibelakangku
Yang kumau didepanku
Selamat malam
Semoga mimpi indah




