Mulai dari pertemuan itu
Aku sadar bahwa batu belum bisa menjadi intan
Aku mengerti jika angin tak mungkin bisa menggumpal
Aku yakin sendiri tanpamu juga akan baik-baik saja
Seperti dahulu itu aku
Namun yang tadinya gurau menjadi sendu
Yang tadinya menatap jadi menunduk
Ingin kulampiaskan tapi tak ingin dan tak mungkin bisa
Hanya saja dilampiaskan oleh kekesalan sahaja
Apakah bisa dengan cara lain ??
Binasalah...
Musnahlah wahai penggodaku
Basmilah rasa gundah yang berada dalam benakku
Tak tercapai mungkin suatu ujian
Bukan maksud mempermainkanmu wanita
Tapi semua itu diluar kebatasanku
Yang belum bisa menepati janji ini
Dahulu baik-baik saja
Mengapa era yang bertambah semakin memilukan
Keharmonian semakin bertambah namun suaramu tiada lagi terdengar
Sahabatku....
Jika tangan ini tak mampu lagi berjabat
Ingin rasanya mulutku mengucap
Maafkan jika selama ini hanya bisa membuat kesedihan yang begitu dalam
Usaplah air matamu
Jika butuhkanku impikanlah
Aku kan datang dalam mimpimu
Ada sebuah rahasia yang masih tersimpan dalam lubuk hatiku ini
Tapi ku tak ingin kau mengetahui sebelum mengenalku lebih dalam
Isakku belum terhapuskan olehmu
Isakku masih tersimpan dalam hati
Isakku masih tertunda buat yang membutuhkan
Bermunajat tuk kedepan agar lebih baik
Sahabat,,
Menggapaimu bukan hal yang mudah
Tapi hal yang harus dipertahankan
Inilah hari yang telah membuat catatan beberapa kalinya lagi
Untuk dapat diingat setiap saat...
Kenanglah bunga yang tertanam diair tenang
Jangan mengenang bunga yang telah terbawa arus air itu
Sungguh menyakitkan!!
Sudah cukuplah hari ini
Semoga tidak terjadi lagi
http://denyupi.tk/




